Observatorium Teropong Bintang Lampung ditargetkan terbaik Asia

Pesawaran, Lampung (ANTARA News) – Pembangunan observatorium teropong bintang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR) di Provinsi Lampung ditargetkan Gubernur Lampung menjadi yang terbaik di Asia.

“Saya sangat bersyukur atas dukungan dari banyak pihak yang dapat mewujudkan impian ini. Observatorium ini adalah yang pertama di Lampung dan menurut Gubernur Lampung M Ridho Ficardo ditargetkan menjadi observatorium yang terbaik di Asia,” ujar Pelaksana Tugas Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat pada peletakan batu pertama pembangunan observatorium teropong bintang, Tahura Wan Abdurachman, di Kabupaten Pesawaran, Sabtu.

Ia menyebutkan, pembangunan observatorium dengan nama Astronomical Observatory (LAO) ini bertepatan dengan dijadikannya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dalam ajang “The 10th South East Asia Astronomy Network” (SEAAN) 2018.

Taufik mengatakan bahwa pemda telah menyediakan lahan untuk terbangunnya LAO tersebut.

LAO tersebut berada pada sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL)

“Kami telah menyediakan area ini sekitar 50 hektare serta dukungan finansial untuk membantu membangunnya,” katanya.

Taufik menuturkan bahwa LAO – Earth and Space Science Education Center memiliki misi untuk menyebarkan pengetahuan dan kesadaran tentang astronomi ke publik dan sekolah-sekolah.

Hal itu untuk menumbuhkan gairah khususnya bagi generasi muda ke astronomi, astrofisika, dan pendidikan sains.

“Sebagai observatorium yang baru lahir, kami masih memerlukan banyak dukungan dari semua pihak seperti para ahli, peneliti, praktisi, dan komunitas yang berpengalaman di bidang astronomi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap bahwa semua delegasi yang hadir pada pada peletakan batu pertama tersebut, untuk dapat mendukung pengembangan observatorium ini.

“Terutama anggota astronomi di ASEAN, baik di bagian pendidikan maupun bagian teknologi,” katanya.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Ofyar Z Tamin mengatakan bahwa Lampung yang memiliki LAO merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

Ia mengapresiasi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang sudah sepenuhnya mendukung sehingga terwujudlah LAO tersebut.

“Terima kasih kepada Gubernur yang sudah sepenuhnya mewujudkan mimpi bahwa Lampung mampu memiliki observatorium,” ujarnya.

Pada acara tersebut diadakan penandatanganan MoU mengenai pembangunan LAO antara ITERA, National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT) dan Universitas Mandalay, Myanmar.

Hadir pada acara itu, Osamu Hashimoto dari Gunma Astronomical Observatory Japan, dan para Delegasi atau negara anggota astronom dari negara-negara anggota ASEAN.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Rektor Unila Hasriadi Mat Akin, Rektor UBL M. Yusuf Sulfarano Barusman, dan Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Lampung Brigjen TNI Daru Cahyono.

Usai melakukan peletakan batu pertama Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat bersama para delegasi negara anggota astronom dari negara-negara anggota ASEAN melakukan peninjauan ke lokasi.*

Baca juga: Gubernur Lampung letakkan batu pertama pembangunan observatorium bintang

Baca juga: LAPAN bangun Observatorium Timau di Kupang

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018