Mencoba Laptop 2-in-1 Ryzen Lenovo Yoga 530

Jakarta: Di era digital, Anda dituntut untuk dapat memanfaatkan waktu dengan lebih efisien. Anda tidak lagi harus pergi ke kantor untuk bekerja.

Sebagai gantinya, Anda bisa bekerja darimana saja. Berkat teknologi yang semakin canggih, ada berbagai peralatan yang bisa menunjang produktivas Anda, seperti smartphone, tablet dan laptop. 

Masing-masing perangkat tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Tablet memang menawarkan mobilitas yang lebih baik dari laptop, tapi daya komputasinya tentu masih kalah jika dibandingkan dengan laptop.

Sebaliknya, walau memungkinkan Anda untuk bekerja dengan lebih produktif, laptop memiliki bodi lebih besar. 

Tapi, apa itu berarti Anda harus membawa laptop dan tablet sekaligus? Untungnya, ada banyak perusahaan pembuat laptop yang menawarkan lini perangkat 2-in-1, yang memang telah mulai populer beberapa tahun lalu. Yoga dari Lenovo merupakan lini perangkat 2-in-1 yang cukup populer. Pada bulan Agustus lalu, Lenovo meluncurkan Yoga 530, yang sudah menggunakan Ryzen 5 sebagai prosesornya.

Bagaimana performanya?

Desain

Pada dasarnya, ada dua tipe perangkat 2-in-1. Pertama, perangkat serupa tablet yang jika Anda pasangkan keyboard akan bekerja seperti laptop, seperti Microsoft Surface. Kedua, laptop dengan engsel yang memungkinkan Anda untuk memutar layar 360 derajat sehingga ia bisa rata dengan bagian belakang laptop. Sehingga Anda bisa menggenggamnya layaknya tablet

Sama seperti pendahulunya dalam lini Yoga, Yoga 530 memiliki desain tipe yang kedua. Dengan bobot 1,6 kilogram, Yoga 530 bukanlah laptop 2-in-1 paling ringan yang ada saat ini.

Meskipun bobot dari laptop ini bukan masalah ketika Anda menggunakannya dalam mode laptop, tent atau stand, biasanya ini akan berpengaruh ketika Anda melipat laptop dan menggunakannya seperti tablet

Yoga 530 memiliki bezel yang cukup tebal, terutama pada bagian bawah layar. Meskipun begitu, ini sebenarnya akan menguntungkan Anda. Ketika Yoga 530 ada dalam mode tablet, Anda bisa memegangnya dari samping tanpa perlu khawatir tangan Anda akan menyentuh layar. 

Dari segi tampilan, Yoga 530 memang tidak terlihat istimewa. Bagian layar berwarna hitam dengan tulisan “Yoga” pada salah satu sisi atasnya. Pada bagian dalam, Anda akan kembali melihat warna hitam. Bagi orang praktikal seperti saya, ini sebenarnya bukan masalah besar. 

Keyboard dari Yoga 530 dapat memberikan tactile feedback yang cukup baik, sehingga mengetik di laptop ini terasa memuaskan. Jarak antar tombol pas sehingga saya tidak memerlukan waktu lama untuk menyesuaikan diri untuk menggunakannya. Lenovo juga sudah memasang backlit pada keyboard-nya, membantu Anda mengetik ketika kondisi gelap. 

Touchpad dari laptop ini cukup luas dan sensitif meski tidak terlalu sensitif. Ditujukan untuk kreator, Yoga 530 memiliki layar touchscreen yang mendukung stylus bernama Active Pen yang menggunakan baterai AAA.

Dalam acara peluncuran, Lenovo menyebutkan alasan mereka menggunakan baterai AAA adalah untuk memudahkan pengguna jika mereka ingin menggantinya. 

Sayangnya, Lenovo tidak melengkapi Yoga 530 dengan tempat khusus untuk Active Pen. Memang, Anda bisa meletakannya pada salah satu port USB pada bagian samping laptop. Namun, saya kurang menyukai memasang Active Pen pada port USB berarti Anda hanya akan bisa menggunakan satu port USB saja. 

Selain dua port USB 3, Yoga 530 juga memiliki satu port USB Type-C, slot HDMI, port audio dan card reader yang terletak di dekat tombol power, yang terletak di sebelah kanan.

Lain halnya dengan laptop 2-in-1 ASUS, seperti VivoBook Flip 14 misalnya, Lenovo tidak memasang tombol volume pada bagian samping laptop. Padahal, ini bisa memudahkan Anda untuk mengatur volume ketika menggunakan laptop dalam mode selain laptop. 

Fitur

Salah satu fitur yang Lenovo tanamkan pada Yoga 530 adalah Lenovo Vantage. Melalui aplikasi ini, Anda akan bisa memeriksa update Windows, mengakses hardware settings dan fitur Health & Support. Untuk masalah update Windows, fitur ini menjadi kurang berguna mengingat Anda bisa memeriksa update pada Settings. 

Sementara pada Hardware Settings, Anda akan bisa mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan hardware laptop, mulai dari keyboard, power, sampai Active Pen.

Pada menu Health & Support, Anda akan menemukan tips dan trik juga fitur untuk memindai hardware. Tujuannya, agar Anda bisa memeriksa laptop secara rutin dan mendeteksi malfungsi sebelum ia menjadi masalah untuk Anda. 

Bagaimana Performanya?

Lenovo Yoga 530 menggunakan AMD Ryzen 5 2500U sebagai prosesornya. Salah satu kelebihan dari chip ini adalah menggabungkan CPU dan GPU ke dalam satu chip. Dengan begitu, Lenovo tidak perlu lagi menanamkan discrete VGA. Ini akan membuat konsumsi daya laptop menjadi lebih efisien. 

Ryzen 5 2500U memiliki 4 core dan 8 thread. Sehingga, ketika diuji menggunakan Cinebench, ia dapat menyelesaikan tes render gambar dengan cukup cepat.

Yoga 530 mendapatkan hasil skor 571, lebih tinggi dari Acer Aspire 3 — yang juga menggunakan Ryzen 5 2500U — yang hanya mendapatkan nilai 471. 

Lenovo Yoga 530 memang ditujukan untuk para konten kreator. Meskipun begitu, Lenovo menyebutkan bahwa laptop ini sudah cukup mumpuni untuk digunakan bermain game.

Memang, saat saya mencobanya untuk menggunakan bermain DOTA 2, Yoga 530 mendapatkan framerate rata-rata 36 fps. Sementara ketika saya mencoba untuk bermain Dragon Age 2, game yang dirilis pada 2011, Yoga 530 mendapatkan rata-rata framerate 35 fps. 

Anda bisa melihat hasil benchmark dari laptop ini pada tabel di bawah. 
 

Pengujian PCMark 10 3DMark Cloud Gate 3DMark Sky Diver
Skor 3.312 8.124 5.285

Jika dibandingkan dengan ASUS VivoBook Flip 14 — laptop 2-in-1 dengan harga Rp10,7 juta — skor benchmark Yoga 530 masih lebih tinggi pada pengujian Cloud Gate, dan lebih rendah pada tes Sky Diver. VivoBook Flip 14 hanya mendapatkan nilai 7198 pada pengujian Cloud Gate dan 5783 pada Sky Diver. 

Untuk masalah baterai, Yoga 530 juga sedikit lebih baik. Laptop ini bisa bertahan selama 4 jam sementara VivoBook hanya bisa bertahan 3,5 jam. Kelebihan lain dari Yoga 530 dari pesaingnya adalah ia sudah dilengkapi dengan SSD. Karena itu, ia dapat menjalankan berbagai aplikasi dengan cepat. 

Kesimpulan
Lenovo Yoga 530 menawarkan performa yang solid. Ia multifungsi, cukup nyaman untuk digunakan saat bekerja, memiliki banyak mode yang memudahkan Anda untuk menikmati konten multimedia dan ia sudah cukup mumpuni untuk digunakan bermain game, meski bukan game AAA terbaru. 

Layarnya cukup besar dengan resolusi yang cukup tinggi. Dengan bobot 1,6 kilogram, laptop ini cukup ringan saat digunakan sebagai laptop meski ia terasa berat jika dipegang hanya dengan satu tangan. Secara keseluruhan, performa dari laptop ini cukup baik. 

Spesifikasi   Lenovo Yoga 530
Ukuran Layar 14 inci FHD (1920×1080)
CPU AMD Ryzen 5-2500U
GPU AMD Radeon Vega 8
RAM RAM 8GB (2x4GB) 
Storage SSD PCIe 256GB
Bobot 1,6 kilogram
Harga Rp11.799.000

 

Lenovo Yoga 530

Plus

  • Multifungsi
  • Performa cukup mumpuni 
  • Dilengkapi dengan SSD

Minus

  • Desain tidak istimewa
  • Baterai tidak terlalu awet

(MMI)